Gaya Hidup

Jika bos kelewatan cintanya kepada Anda

Apa yang harus dilakukan jika bos terlalu cinta kepada Anda?
Apa yang harus dilakukan jika bos terlalu cinta kepada Anda?

Bos Kelewat Cint Pada Anda

Kebetulan, Anda jadi karyawan kesayangan. Bagaimana cara memanfaatkan situasi ini tanpa perlu merusak hubungan dengan rekan sejawat dan karyawan di bawah Anda?

Punya bos yang sangat cinta memang menyenangkan sekali. Tapi sayangnya hal ini bisa berisiko buruk: tatapan mata para rekan kerja yang penuh dengan iri dan dengki. Memang tak adil, tapi memang sangat manusiawi. Sebetulnya, kenapa atasan bisa begitu cinta kepada Anda? Berikut ini adalah analisanya:

Bos melihat Anda seperti dia saat masih muda

Sama seperti beliau, Anda juga memulai dari bawah dan kemudian secara naik ke atas. Jangan segan untuk banyak bertanya kepada beliau, terutama jika si bos memang bersedia untuk menjadi mentor Anda dan memberikan ilmu dan segala tipsnya, serta mengajarkan kepada Anda mana yang benar dan salah berdasarkan pengalaman. Masalahnya, terkadang ada atasan yang ingin menjadikan Anda seperti dirinya. Hati-hati! Sebaiknya Anda kerap memberikan pengertian kalau Anda dan beliau berbeda (mungkin Anda punya cita-cita atau rencana karier yang berbeda).

Bos kagum kepada kemampuan Anda (yang tak dimilikinya)

Bukan tak mungkin, Anda punya bakat atau kemampuan tertentu yang dipunyai oleh si bos. Misalnya Anda punya cara berkomunikasi yang mantap saat berhadapan dengan klien. Tak heran, bospun kagum berat pada Anda. Manfaatkan sebaik-baiknya kepercayaan yang diberikan kepadanya, hal itu akan mempermudah bagi Anda untuk membangun reputasi dan jaringan kerja.

Bos kagum pada kepribadian Anda

Misalnya saja, Anda punya selera humor yang menyenangkan, rajin, baik hati, dan tak panik. Dalam kosa kata profesional, Anda adalah karyawan yang “tepat waktu”, “bisa mengendalikan emosi” dan “bisa diandalkan”. Selain itu, bos juga menganggap Anda “sangat menghibur” dan “setia”. Sayangnya, kondisi seperti ini sering berisiko dipengaruhi pandangan yang subyektif. Makanya harus bagaimana? Bos menganggap Anda lucu? Tak apa, tapi jika saat berhubungan dengan account penting, Anda harus bisa menunjukkan kalau Anda profesional. Di depan rekan kerja lain, usahakan kalau semua orang mengenal kualitas Anda berdasarkan dengan prestasi yang telah Anda capai.

Bos menjadi teman

Anda dan bos sangat cocok, tak hanya di tempat kerja, tapi kemudian merembet keluar kantor. Tak bisa dihindari, bos pun menjadi teman Anda. Kondisi ini tentu menguntungkan, karena Anda bisa lebih enak untuk mengeluarkan pendapat atau Anda dan bos bisa saling menghormati dan mengenal lebih jauh. Yang penting, usahakan agar saat bicara kerja, Anda tetap jaga profesionalitas. Jaga jarak dengan sehat, sangat penting buat Anda dan juga atasan Anda. Beliau sering mengajak makan siang bersama? Batasi frekuensinya, misalnya cukup maksimal dua kali dalam seminggu.