Menu

Ini dia 3 tanda terlalu “available” di kantor yang bisa bikin runyam kehidupan sosial Anda

Jangan Jadi Anak Manis Di Kantor

Umumnya Anda di kantor memang dituntut untuk menjadi karyawan yang rajin dan bisa diandalkan. Tapit ternyata terlalu “available” di kantor ternyata bisa berakibat buruk bagi kesehatan jiwa dan raga Anda…

Sore itu, bos bertanya kepada Anda, “Bisa menyelesaikan file penting ini buat meeting besok pagi jam 9?” Anda langsung jawab iya.

Lain kali, beliau bertanya juga, “Bisa datang meeting di hari Minggu?” Anda mengangguk. Lain hari, Anda diminta memberikan training yang dimulai jam 7 pagi hingga jam 9 malam nonstop selama dua minggu penuh. A

nda menganggap hal itu adalah tantangan. Hati-hati, jika hal-hal begini selalu dituruti, Anda bisa kena getahnya!

Lembur di malam hari atau akhir pekan.

Jika frekuensinya tak terlalu sering dan hanya kadang-kadang saja, diminta lembur di malam hari atau akhir pekan itu masih wajar saja. Misalnya dua-tiga kali selama dua bulan.

Terkadang memang ada pekerjaan penting yang butuh penanganan ultra urgent yang butuh tenaga Anda di luar jam kerja.

Dengan catatan: jika terjadi kadang-kadang saja.

Selain itu, semua anggota tim juga mendapat porsi yang sama, jangan cuma Anda saja! Nah, bekerja di luar jam kerja ini selalu terjadi dan bos kerap meminta Anda untuk bekerja di luar porsi, Anda boleh bertindak.

Katakan dengan suara tenang, “Ini sudah jam 10 malam. Saya akan selesaikan pekerjaan besok.” Atau Anda juga bisa bilang, “Pikiran saya sudah jenuh, saya butuh udara segar biar bisa bekerja lebih efektif.”

Jika bos mengganggu hidup Anda dengan email di akhir pekan, Anda bisa jawab, “Saya sudah terima email Anda Minggu dini hari. Saya akan segera menjawab Senin ini.”

Anda menggantikan staf yang absen

Rekan kerja sakit parah dan harus beristirahat. Masalahnya, kita tak tahu kapan dia bisa kembali bekerja. Hasilnya Anda terpaksa menggantikan pekerjannya.

Beban kerja Anda jadi bertambah. Kasus yang kerap terjadi, rekan kerja yang saling bergantian absen. Anita yang tak masuk karena anaknya sakit, Melissa yang harus menghadiri pemakaman neneknya, Harold yang menunggui istri melahirkan, … daftarnya masih panjang.

Dan setiap kali rekan kerja tak bisa masuk kantor, Anda yang “beruntung” mendapat warisan pekerjaan mereka! Jika terlalu sering sehingga Anda justru tak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaan sendiri, dengan tegas katakan stop!

Terlalu “available” seperti ini bukannya memberi tambahan skill dan kepintaran buat Anda, malah sebaliknya.

Diskusikan dengan atasan Anda, katakan kalau pekerjaan Anda sendiri sudah banyak dan harus ada yang diprioritaskan. Negosiasikan deadline jika memungkinkan. Jika bisa, bagikan juga pekerjaan tersebut kepada anggota tim lain secara merata.

Boss pikir Anda bak ensiklopedia dan buku pintar berjalan

Sungguh beruntung jika kita dikaruniai berbagai kemampuan, misalnya daya ingat kuat, mampu segala macam bahasa, atau pintar informatik (jago Excel, PowerPoint, Photoshop dan lain-lain).

Hanya saja, jika tiap lima menit bos atau rekan kerja menggganggu hidup Anda dengan berbagai pertanyaan seperti “Di mana, sih, ibukota Pantai Gading?”

atau “Bagaimana cara crop foto dengan Photoshop?

Saya butuh foto untuk bikin presentasi dengan Power Point.

Oh, ya, sekalian, bagaimana cara insert gambar ke dalam file Power Point?”

Jelas konsentrasi Anda sering buyar!

Lain kali, sambil becanda Anda bisa bilang, “Wah, maaf, saya belum pernah ke Pantai Gading.” Atau, “Nanti saya bisa ajarkan cara crop foto, tapi saya harus selesaikan pekerjaan ini dulu.”