Gaya Hidup

Gawat nih, sahabat selalu panik dan akibatnya jadi kerap bikin gara-gara!

Sahabat Yang Suka Bikin Panik

Housemate Anda, si Diana, sering bikin Anda pusing kepala. Wanita berusia tiga puluhan itu sering terkena serangan panik. Sedikit-sedikit panik, sedikit-sedikit bingung.

Susah memang hidup dengan orang seperti itu. Begini taktik menghadapinya:

  1. Kuatkan hatinya!

Orang yang selalu panikan selalu stres setiap saat. Coba berikan semangat terus kepadanya. Misalnya saja Diana stres berat saat harus menghadapi interview kerja, katakan saja, “Kamu pasti bisa, Di! Tapi kalau tak dapat, ya, tak apa-apa. Masih banyak pekerjaan yang lain, kan?

Lagipula kamu punya banyak sekali koleksi ijazah. Tak usah takutlah!” Saat si teman tak percaya diri, Anda harus menunjukkan kalau Anda menaruh kepercayaan pada dirinya. Dan yang paling jitu adalah dengan memberikan contoh prestasi yang pernah dilakukannya di masa lalu.

Misalnya, “Ingat, nggak, waktu kamu membuat presentasi di kantor lama yang bikin bos sampai standing ovation?”

  1. Lindungi diri Anda

Rasa khawatir dan perasaan negatif adalah penyakit berbahaya yang bisa mengkontaminasi sekeliling Anda.

Karena itu penting untuk berusaha menyuntikkan semangat positif kepada si teman tukang panik. Jika Anda sendiri sedang merasa fragile, hindari pembicaraan sensitif yang bisa memancing emosi Anda. Jangan segan untuk mengambil jarak dengan orang tersebut.

Lalu coba untuk berada di tengah-tengah orang yang bersikap positif.

  1. Tularkan sikap positif

Sebaliknya, kebahagiaan juga bisa menular. Jika dia teman dekat Anda, tentunya lebih mudah untuk menjelaskan kepadanya cara pandang Anda terhadap hidup.

Bahkan saat ada problem yang datang, Anda bisa memberi contoh bagaimana menghadapinya dengan cara yang lebih positif.

Jangan lupa sisipkan juga humor, misalnya, “Wah, bayangkan saja ekspresi si pencopet saat melihat isi dompetmu: tagihan kartu kredit dan bon-bon toko yang sudah kucel!”

  1. Tunjukkan rasa khawatir Anda:

Sekali-sekali tunjukkan juga rasa khawatir Anda kepadanya. Sekali-sekali Anda boleh lebay, kenapa tidak?

Misalnya Anda hanya sedikit sakit kepala, tapi di depannya Anda bersikap seolah-olah kepala mau pecah.

Jika Anda berhasil membalikkan peran, si housemate pun akan merasa betapa tak enaknya berdekatan dengan orang yang suka panikan.

  1. Pakai tandem orang lain:

Jika selama ini Diana selalu mengeluh kepada Anda, sudah saatnya untuk mengalirkannya kepada orang lain, misalnya ibunya atau sahabatnya yang lain.

Tujuannya adalah untuk menunjukkan kalau Anda bukan satu-satunya “ember” tempatnya membuang segala omelan, keluh-kesah dan ketidakpuasan si teman.