Gaya Hidup

4 tips tetap percaya diri dan tak gentar menghadapi tantangan

Percaya Diri Saat Menghadapi Tantangan

Selamat, Anda baru dapat pekerjaan menggantikan seseorang yang baru resign dan Anda harus menghadapi tantangan ini.

Masalahnya, wanita yang Anda gantikan posisinya itu sejenis Superwoman. Anda harus bagaimana?

Senangnya saat Anda naik pangkat mendapatkan posisi yang ditinggalkan oleh seseorang yang cukup senior. Yes! Jabatan itu sekarang jadi milik Anda.

Tak bisa dihindari, Anda bakal jadi sasaran empuk, orang-orang akan membanding-bandingkan kerja Anda dengan si pendahulu Anda.

Apalagi jika si senior yang resign itu punya prestrasi kerja yang super gemilang. Sebal pastinya berada di bawah bayang-bayang orang lain. Begini taktiknya:

Begitu jabatan ada di tangan….

Secara efektif Anda bakal menduduki posisi tersebut Senin ini. Anda datang ke divisi yang baru dan memperkenalkan diri dengan sopan santun. Usahakan untuk mengingat-ingat nama semua orang dengan baik agar tak tertukar.

Yang mana yang bernama Peter, yang mana yang bernama Dewinta. Kemungkinan besar, bakal ada orang yang menyapa Anda dengan berkata, “Tahu tidak, Cynthia pendahulumu itu sangat hebat? Dia lulusan USA, cantik, pintar, ramah dan bisa segalanya?” Jika Anda mendengar kalimat ini, jawab saja, “Bagus! Pastinya dia sangat rajin bekerja. Itu sekarang yang jadi tugas saya. Saya excited menggantikannya.”

Di minggu pertama…

Kini Anda sudah mulai terbiasa dengan suasana kantor. Anda sudah tahu di mana ruang kerja anak marketing, di mana mesin kopi berada, dan di mana membeli cemilan sore.

Untuk urusan pekerjaan, kemungkinan Anda akan mendengar, “Wah, untung saja dulu ada Cynthia. Kan, dia yang berinisiatif menciptakan sistem ini.” Tak usah ditanggapi. Percaya saja, sebagus-bagusnya si Cynthia, dia pasti juga manusia biasa yang punya kelemahan.

Jangan terpancing untuk memberi komentar yang tak perlu. Jangan pula ikut-ikutan memihak pada kubu tertentu. Yang jelas, Anda di-hire untuk melanjutkan tugas, dan Anda bakal dinilai sesuai dengan kemampuan Anda!

 

Sebulan kemudian….

Sebulan sudah, saatnya Anda betul-betul menapakkan kaki Anda di posisi tersenyum. Jika Anda masih mendengar salah satu staf berkata, “Kita dulu tidak melakukan ini, lho.”

Anda bisa menjawab, “Oh ya? Kalau begitu bagaimana cara Anda melakukannya?” Jika Anda memang sedang menerapkan suatu aturan atau metode kerja yang baru, lakukan dengan pelan tapi pasti. Dengan begitu, para staf juga tak terlalu kaget dengan perubahan yang ada..

 

Dua bulan selanjutnya…

Kini, Anda sudah terbiasa dengan semuanya. Masih ada staf yang belum juga mengerti? “Dulu dengan Cynthia, kita tidak begini.” Nah, untuk yang satu ini, Anda boleh menjawab, “Ya, tapi itu dulu.

Dengan saya, sekarang harus begini.” Pada periode ini, Anda harus bisa membuat segalanya berjalan sesuai planning Anda. Cynthia adalah masa lalu. Sekarang, Andalah yang punya kuasa. Lakukan semuanya dengan tegas, tapi tetap jaga emosi dan penuh dengan keyakinan!